
Pencarian dan evakuasi nelayan yang terseret ombak di Kulon Progo. Foto: Basarnas Yogyakarta
JOGJAASIK-Dua nelayan Pantai Congot Kulonprogo tercebur ke laut, Sabtu (4/1). Kapal yang digunakan keduanya untuk melaut tiba-tiba dihantam ombak lalu terbalik saat hendak menepi di Pantai Congot, Dusun Nglawang, Jangkaran Temon, Kulon Progo. Satu orang tewas dan satu nelayan lain hingga Senin (6/1) masih belum diketemukan.
"Meski sempat ditolong nelayan lainnya dan dilarikan ke rumah sakit, satu nelayan yang bertindak sebagai tekong atau pengemudi kapal meninggal dunia. Sementara satu nelayan lainnya sebagai ABK hilang terbawa ombak dan hingga kini masih dalam pencarian," ujar Koordinator SAR Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiyatmoko, Minggu (5/1).
Dia mengatakan, nelayan yang meninggal dunia adalah Mareta Ryan Afandi (27). Sementara ABK yang hilang dan masih dalam pencarian petugas yakni Aan Anugrah Budi Setyawan (28).
"Keduanya merupakan warga Kledekan, Jangkaran Temon. Hingga kini, kami masih terus melakukan pencarian," kata Aris.
Aris kemudian menguraikan, peristiwa naas ini terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, perahu dengan nama 'Gerbang Segoro 01' itu berangkat melaut untuk mencari ikan pada pagi hari. Kemudian sekira pukul 10.00 WIb, perahu berisi dua nelayan itu hendak menepi di Pantai Congot. Namun saat hendak menepi, perahu dihantam ombak besar dari belakang hingga terbalik.
"Dua nelayan yang menumpanginya pun tercebur ke laut," kata Aris.
Keduanya sempat memberikan isyarat untuk meminta pertolongan. Rekannya sesama nelayan bergegas menghampiri dengan menggunakan perahu lain. Namun, hanya satu nelayan yang berhasil dibawa ke daratan yakni Ryan.
"Korban langsung dilarikan ke RS Rizky Amalia Temon dengan luka di pelipis kanan. Namun di rumah sakit, petugas medis menyatakan korban sudah meninggal dunia," kata Aris.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, AKP Triatmi Noviartuti menambahkan, petugas kepolisian turut membantu melakukan pencarian nelayan yang hilang. Namun hingga kini, hasilnya masih nihil.
"Pencarian dilakukan dengan visual darat di lokasi kejadian dan sekitarnya," kata Novi.
Sementara itu pada pencarian hari kedua pada Minggu kemarin, Tim SAR terkendala cuaca. Penyisiran hanya dilakukan di darat dengan empat regu. "Kami tidak bisa menerjunkan kapal jukung untuk pencarian karena cuaca tidak memungkinkan. Penyisiran darat dari Pantai Trisik sampai Pantai Glagah," ujar pernyataan resmi Tim SAR yang diunggah di akun isntagram @sarglagah.








