
Petugas saat mengevakuasi korban kecelakaan kerja di Sleman. Foto: Basarnas Yogyakarta
JOGJAASIK-Seorang karyawan usaha penggilingan daging yang berada di daerah Pelem Gurih, Banyuraden, Gamping, Sleman Rizki Wijaya (31) terluka usai tangannya masuk mesin penggiling daging saat bekerja, Selasa (17/12). Korban dievakuasi tim SAR dengan hati-hati. Diduga kejadian ini disebabkan tangan korban terlalu dekat dengan mesin saat bekerja.
Humas Kantor Basarnas DIY Pipit Eriyanto saat dikonfirmasi wartawan Selasa (17/12) membenarkan peristiwa naas itu. Akibat kejadian itu, korban berhasil diselamatkan meski bagian tangannya mengalami luka-luka.
"Setelah kami mendapat laporan, kami langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Korban mengalami luka di tangan kirinya karena masuk ke dalam mesin penggilingan," katanya.
Dijelaskan Pipit, peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Awalnya saat itu korban sedang bekerja menggiling daging ayam. Secara tiba-tiba tangan kirinya ikut masuk mesin penggilingan karena jaraknya terlalu dekat. Korban tak sadar dan kejadiannya begitu cepat.
Usai kejadian ini, korban mengerang kesakitan. Rekan sesama karyawan kemudian mematikan mesin penggilingan daging. Mereka juga melapor ke polisi dan diteruskan ke petugas Basarnas Yogyakarta.
Petugas gabungan segera datang ke lokasi kejadian. Menurut Pipit, saat melakukan proses evakuasi, petugas harus berhati-hati karena tangan korban ada di dalam mesin penggilingan. Setelah memakan waktu cukup lama, petugas berhasil mengeluarkan tangan korban dari mesin.
Dijelaskan jika selama proses evakuasi korban, petugas menggunakan alat ekstrikasi dan peralatan rescue lainnya. Hal ini dilakukan petugas lantaran mesin penggilingan daging tersebut memiliki sisi pisau yang sangat tajam. "Evakuasi harus ekstra hati-hati karena mesin penggilingan daging itu memiliki sisi pisau yang tajam," tandasnya.
Setelah beberapa waktu, korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Tangan kiri korban luka-luka akibat pisau mesin penggilingan. Selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.
"Korban juga sempat syok karena tidak menyangka terkena musibah," pungkasnya.*








