
Pencarian bocah hilang setelah terpeleset di Sungai. Foto: Basarnas DIY
JOGJAASIK.COM-Seorang bocah perempuan berinisial ANS (4) dilaporkan hilang setelah terpeleset dan terbawa arus di Sungai Mbelik, Wonokromo, Pleret, Bantul, Sabtu (14/12). Hingga Minggu (15/12), petugas gabungan masih melakukan pencarian dan diperluas hingga radius 3,4 kilometer dari lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi di halaman Pondok Pesantren Fadlun Minalloh, yang lokasinya berdekatan dengan sungai tanpa pembatas.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, orang tua korban awalnya mencari anaknya yang diduga bermain di sekitar halaman pondok pesantren bersama para santri, namun tidak menemukan korban.
"Rekaman CCTV pondok pesantren menunjukkan korban bermain di tepi Sungai Mbelik dan terpeleset hingga terbawa arus. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pleret," ungkapnya dikutip dari laman Tribrata News Bantul.
Ia menambahkan bahwa kondisi lokasi kejadian cukup berbahaya dengan arus Sungai Mbelik yang deras dan dekat dengan muara Sungai Opak yang berarus deras dan dalam, akibat cuaca hujan. Hingga sore hari, tim gabungan BPBD Bantul bersama Polsek Pleret masih melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum ditemukan.
"Kami terus berkoordinasi untuk melakukan penyisiran, dan pencarian akan dilanjutkan hingga korban ditemukan," tutupnya.
Pencarian kemudian dilanjutkan di hari kedua pada minggu (15/12). Di hari kedua pencarian, Kapolsek Pleret AKP Heru Suryadi SH memimpin operasi pencarian. Pelaksanaan pencarian korban ini melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, SAR DIY, SAR Bantul, BPBD Bantul, Tagana, Damkar, personel Polairud dan Polsek Pleret, serta warga.
Kapolsek Pleret menyampaikan bahwa kegiatan pencarian korban dihari kedua ini dimulai dari pukul 07.30 WIB dengan menerjunkan tim SAR gabungan. "Ya, kita bersama tim SAR Gabungan terus melakukan proses pencarian korban, ini sudah memasuki hari kedua," ujar Kapolsek. Pihaknya bersama tim SAR berharap, semoga korban bisa segera diketemukan. Meskipun proses pencarian sudah dilaksanakan selama dua hari.
"Kami bersama tim SAR Gabungan dan warga terus berupaya melakukan pencarian, agar korban bisa segera cepat diketemukan," pungkasnya. Dikutiup dari akun instagram Basarnas Yogyakarta, pencarian di hari kedua ini maish belum menemukan korban. Area evakuasi pun diperluas. "Regu satu melaksanakan penyisiran Sungai dengan menggunakan Perahu LCR pertama dari Dam Blawong - Dam Sindet sejauh 3,4 KM dengan hasil nihil," demikian pernyataan dari Basarnas Yogyakarta








