
Iustrasi kebakaran. (pixabay)
JOGJAASIK-Sebuah warung makan nasi balap di Jalan Ambarbinangun Ngestiharjo Kasihan Bantul dibakar segerombolan orang tak dikenal, Minggu (19/1) pukul 03.00. Belum diketahui motif teror pembakaran tersebut karena polisi masih melakukan penyelidikan.
Akibat kejadian itu, beberapa perabot di dalam warung terbakar. Api tak sampai membesar dan segera bisa dipadamkan.
"Meskipun pihak pemilik warung belum membuat laporan resmi namun sudah ditindaklanjuti oleh Polsek Kasihan dan masih nunggu keterangan saksi yang melihat kejadian tersebut," ujar Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana SSn kepada wartawan usai kejadian.
Aksi teror itu pertama kali diunggah di akun instagram Merapi_Uncover. "Saya mau melaporkan pembakaran ruko secara sengaja di area Jl.Ambarbinangun (kampus UPY) ada bukti vidio dan barangbukti botol bensin," demikian bunyi captin di unggahan itu. Dalam postingan itu terliat api berkobar di depan warung dengan cukup besar. Sementara motor lalu lalang di depan warung.
Menurut keterangan, awalnya pada Minggu 19 Januari 2025 sekira pukul 03.00 segerombolan anak muda kurang lebih 4 orang yang saat itu menggunakan sepeda motor Honda Vario putih dan Yamaha Vixion datang ke lokasi kejadian. Terduga pelaku tersebut datang dari arah utara ke selatan kemudian balik lagi ke arah utara dan mendatangi ruko nasi balap. Setelah itu keempat orang tersebut menuangkan botol yang berisikan bensin dan menyalakan api.
Setelah berhasil membakar warung, kemudian 4 orang tersebut lari ke arah utara. "Dari kejadian itu bagian depan ruko terbakar dan merambat ke dalam mengenai sapu dan selang gas," ujar Jeffry.
Dia menjelaskan sebelum api merembat lebih jauh, sudah dipadamkan oleh pemilik kontrakan. Atas kejadian tersebut pemilik usaha mengalami kerugian alat-alat warung berupa selang gas dan sapu namun belum melaporkan ke pihak berwajib.
Jeffry menyebut hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa sejumlah saksi. "Belum diketahui motif dari kejadian itu tersebut karena polisi terus mengumpulkan bukti maupun memeriksa saksi-saksi lainnya," tandasnya. *








